Ki Tambaga (Syzygium antiseptic)

1 Pohon Ki Tambaga dan 7 pohon Ki Putri ditanam pada 26 Oktober 2019 dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa & Satwa 2019 dan Enviromental Education sebagai simbol  kepedulian akan konservasi lingkungan dari Grup Toyota. Kegiatan penanaman simbolis disertai  5.000 bibit pohon bertempat di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda bersama dengan Gubernur Jawa Barat, H. M. Ridwan Kamil, ST, MUD.

Sinonim:
Acmena grata (Wight) Walp., Calyptranthes aromatica Blume, Caryophyllus antisepticus Blume, Eugenia antiseptica (Blume) Kuntze, Eugenia cuprea Koord. & Valeton, Jambosa aromatica Miq. Termasuk kedalam suku jambu-jambuan (Myrtaceae).

Nama Daerah:
Gelam buut (Indonesia), Ki tambaga, Pancal kidang (Sunda), Klis (Jawa).

Ki tambaga, Syzygium antisepticum (Blume) Merr. & L.M.Perry orang Sunda menyebutnya Ki tambaga karena batang pohon memiliki warna seperti tembaga. Ki tambaga adalah tanaman berupa pohon berukuran sedang sampai besar, tinggi bisa mencapai 40 m, diameter mencapai 1 m. Tanaman ini terdapat di daerah pegunungan terutama pada ketinggian antara 1400 – 1700 m dpl. Kayunya berat, padat, keras dan tahan lama, strukturnya halus, berserat halus, coklat, coklat merah-gading hingga rona jingga (K. Heyne, 1987). Permukaan kulit kayu berwana merah tembaga, mengelupas, tipis seperti kertas. Daun berbentuk bulat telur, 3-8 cm x 1-4 cm, berpasangan, tunggal; daun tua hijau gelap, mengkilat; daun muda pink atau merah pucat; tangkai daun panjang 3-4 mm. Perbungaan terminalis, keputih-putihan; tangkai bunga panjang 6 mm. Buah bundar, diameter 10 mm, keputih-putihan, merah sampai ungu.

Ki tambaga terdistribusi dari Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. (R.H.L.J. Lemmens, I. Soerianegara, dan W.C. Wong, 1995). Dilansir dari Useful Tropical Plants, Ki tambaga terdistribusi dari Asia Tenggara, sebelah timur laut India, Andaman dan Kepulauan Nicobar, Myanmar, Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Ki tambaga merupakan tanaman dari daerah tropik, namun dapat juga tumbuh di daerah subtropik.

Manfaat:
Kayu untuk bahan bangunan, kulit kayu untuk pewarna hitam (R.H.L.J. Lemmens, I. Soerianegara, dan W.C. Wong, 1995). Kayu tahan dari jamur dan rayap; mudah dikerjakan dengan peralatan biasa; kayu digunakan untuk alat-alat musik, mebelair, gagang, kapal laut, dan lantai. Tannin yang dihasilkan dari kulit kayu digunakan untuk menguatkan jaring ikan dan pewarna coklat kemerahan atau hitam untuk pakaian (Useful Tropical Plants). Daun muda dapat dimakan sebagai lalapan dalam bentuk segar atau dimasak terlebih dahulu. Ki tambaga mengandung kegunaan obat untuk kesehatan; memiliki kandungan tinggi antioxidant. Hal tersebut akan membantu mencegah stres oxidatif (keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya) dan keluhan-keluhan lain, termasuk gangguan pencernaan dan perut.

Jurnal Ethnobiology and Ethnomedicine yang berjudul Traditions and plant use during pregnancy, childbirth and postpartum recovery by the Kry ethnic group in Lao rebusan dari bagian dalam kulit Syzygium antisepticum atau Ki tambaga digunakan untuk pemulihan pasca melahirkan (postpartum recovery) fase 1 dan 2, demam nifas, kurang darah (anemia), kehilangan darah, dan kelemahan.

Dilihat dari penampakan fisiknya, Ki tambaga memiliki daun muda berwarna coklat muda kemerahan atau pink yang indah, bisa digunakan sebagai tanaman hias; penghias pada pengarah jalan atau ditanam di tepian kolam, dan di taman-taman umum.

Perbanyakan:
Pohon Ki tambaga dapat diperbanyak dari biji dan akan lebih baik daya tumbuhnya bila diambil dari biji yang matang dan langsung disemai.

H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.

H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.

Gubernur Jawa Barat

WALI POHON

H. Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD
Gubernur Jawa Barat

Lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober 1971 M. Ridwan Kamil adalah seorang arsitek dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat sejak 5 September 2018. Sebelum menjadi pejabat, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini memiliki karier sebagai seorang arsitek merangkap dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung.

Setelah lulus S-2 dari University of California, Berkeley, Ridwan Kamil melanjutkan pekerjaan profesional sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat. Sebelumnya Ridwan Kamil memulai karier bekerjanya di Amerika sesaat setelah lulus S-1, akan tetapi hanya berkisar empat bulan ia pun berhenti kerja karena terkena dampak krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu. Tidak langsung pulang ke Indonesia, dia bertahan di Amerika sebelum akhirnya mendapat beasiswa di University of California, Berkeley. Selagi mengambil S-2 di Universitas tersebut Ridwan Kamil bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley. Pada tahun 2002 Ridwan Kamil pulang ke tanah kelahirannya Indonesia dan dua tahun kemudian mendirikan Urbane, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain. Kini Ridwan Kamil aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung[4], serta Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura).

Urbane adalah perusahaan yang didirikan oleh Ridwan Kamil pada tahun 2004 bersama teman-temannya seperti Achmad D. Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan W. Darwis. Reputasi Internasional sudah mereka bangun dengan mengerjakan projek-projek di luar Indonesia seperti Syria Al-Noor Ecopolis di negara Syria dan Suzhou Financial District di China. Tim Urbane sendiri terdiri dari para profesional muda yang kreatif dan berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan. Urbane juga memiliki projek berbasis komunitas dalam Urbane Projek Komunitas di mana visi dan misinya adalah membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan untuk memberikan donasi dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah sekitarnya.

Urbane telah banyak dianugerahi penghargaan dari media internasional seperti BCI Asia Awards tiga tahun berturut-turut pada tahun 2008, 2009 dan 2010 dan juga BCI Green Award pada tahun 2009 atas projek desain Rumah Botol (dari botol bekas). Urbane juga sering mengikuti kompetisi di bidang desian arsitektur tingkat nasional seperti Juara 1 kompetisi desain Museum Tsunami di Nangro Aceh Darrussalam tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain kampus 1 Universitas Tarumanegara tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia tahun 2009, juara 1 kompetisi desain Sanggar Nagari di Kota Baru Parahyangan di Kabupaten Bandung Barat dan juara 1 kompetisi desain Pusat Seni dan Sekolah Seni di Universitas Indonesia tahun 2009.

Simak artikel lengkap mengenai wali pohon di Tahura Djuanda

http://npurealoevera.wordpress.com http://npurecactus.wordpress.com , ttps://pelembabalamihalal.wordpress.com http://grammostolarosea.wordpress.com, https://jualslinganakantarantulapemula.wordpress.com, https://jualtarantulapemula.wordpress.com https://tokotarantula.wordpress.com , https://grosirtarantula.home.blog https://tarantula.siterubix.com, http://tarantulaindonesia.com, http://mthi.web.id, http://kinergi.co.id