Mengapa Kita Harus Bijak &
TIDAK Memberi Makan Hewan Liar ?

Selamat Datang di Tahura Djuanda. Selama berada di kawasan hutan raya pengunjung dapat menikmati berbagai keanekaragaman-hayati yang ada di Taman Hutan Raya pertama di Indonesia. Kita pun sangat mungkin bersentuhan dengan hewan liar selama di kawasan ini, salah satu yang banyak ditemui adalah monyet ekor panjang, Macaca fascicularis.

Hewan ini memiliki tingkah yang lucu dan keberanian untuk berinteraksi dengan manusia sehingga tentunya sungguh menggoda bagi pengunjung untuk memberikan makanan pada mereka. Tapi perlu kita sadari bahwa MEMBERI MAKANAN PADA HEWAN LIAR BERDAMPAK SANGAT BURUK.

Mungkin saat ini kita berpikir : “Tapi kasihan, mereka tampak kelaparan, memelas, dan nampaknya tidak ada yang mempedulikan”. Sekilas memang tampak seperti itu, namun mari kita lihat alasan mengapa kita harus sangat menghindari memberi makan mereka.

MEMBUAT PERUBAHAN PERILAKU HEWAN

Kita pernah mendengar kasus monyet yang merebut makanan, menyerbu perkampungan, atau mencuri dari pengunjung. Bagaimana hal ini bisa terjadi ?

Hewan akan kehilangan rasa takut alaminya terhadap manusia

Secara naluriah hewan liar akan takut dan menghindari manusia, namun jika kita memberikan makanan pada mereka maka lambat laun hewan liar akan memandang manusia sebagai sumber makanan dan rasa takut alaminya akan menghilang. Hewan – hewan ini kemudaian akan menjadi akrab berada di sekitar manusia, turunan berikutnya akan otomatis belajar bahwa manusia aman. Hal ini nampak bagus tapi sesungguhnya membuat hewan kehilangan naluri pertahanan diri dan survival mereka, dalam jangka panjang mereka akan menjadi sangat bergantung pada manusia.

Hewan akan mulai menimbulkan konflik

Saat mereka kehilangan rasa takut, maka resiko konflik antara hewan liar dan manusia akan meningkat. Monyet akan mulai mencuri makanan, mengambil barang – barang pengunjung, bahkan merebut makanan dari tangan pengunjung yang lengah. Dalam kasus ekstrim monyet dapat menyerang pengunjung.mereka dapat pula dapat menginvasi pemukiman / perkebunan penduduk sekitar

Kita tentunya tidak menginginkan hal ini terjadi di Tahura Djuanda. Kita menginginkan hewan tumbuh kembang secara alami dan pengunjung / masyarakat sekitar nyaman berada di kawasan Tahura.

BERBAHAYA BAGI KESEHATAN HEWAN

Kita pernah mendengar kasus rusa yang mati di Kuil Nara Jepang karena memakan plastik, banyak kasus serupa yang terjadi lo !

Hewan Memiliki Sistem Pencernaan Yang Berbeda

Umumnya kita akan memberikan makanan apapun yang ada ditangan kita ada hewan tanpa berpikir panjang apakah makanan ini baik / sehat bagi hewan tersebut. Perlu kita pahami bahwa pencernaan hewan bisa jadi sangat berbeda dengan manusia.

Apakah kita tahu bahwa telah terjadi kematian massal rusa di Pennsylvania Amerika Serikat karena rusa terlalu banyak memakan jagung ? Ternyata jagung merusak keseimbangan asam di pencernaan rusa. Bagaimana jika kita memberi rusa di Penangkaran Rusa Tahura Djuanda coklat, snack, atau roti ? Tentunya mereka akan memakannya tapi pikirkanlah apa yang terjadi berbulan kemudian saat rusa menjadi sakit.

Kemasan Dapat Termakan

Ah masa sih ? Ngga mungkin rusa / monyet makan plastik. Betul, namun kemasan baik kertas, plastik, maupun styrofoam dapat tertelan dengan tidak sengaja. Saat ini terjadi plastik tidak tercerna dapat menumpuk di lambung dan mengganggu sistem pencernaan hewan.

Pada 28 maret 2019, The Nara Deer Preservation Foundation di Kota Nara Jepang menemukan 14 ekor rusa mati dalam jangka waktu 5 bulan dan hasil investiigasinya menunjukkan terdapat akumulasi plastik di dalam lambung rusa – rusa tersebut. Pada perut salah satu rusa bahkan ditemukan lebih dari 3 kg plastik !

Ini juga menegaskan betapa pentingnya kita tidak membuang sampah sembarangan di kawasan konservasi. Lebih tepatnya kita harus membawa kembali sampah kita. Karena bisa jadi hewan liar mencium sisa makanan dan menganggap kemasan yang tercecer sebagai makanan.

Cedera Karena Perebutan Makanan

Monyet ekor panjang di kawasan tahura merupakan mahluk yang cerdik. Saat satu diberi makan maka monyet – monyet lain akan segera berkumpul. Makin banyak pengunjung yang memberi makanan maka kawanan monyet akan terlatih untuk segera berkerumun. Dalam kondisi penuh kompetisi seperti ini maka sangat mungkin terjadi pertikaian memperebutkan makanan yang berakhir dengan hewan yang cedera.

Kita tentunya tidak ingin ini terjadi di Tahura Djuanda bukan ? Kita menginginkan hewan – hewan tumbuh dengan sehat, makan sesuai dengan diet alami mereka sehingga tetap lestari.

BAHAYA BAGI PENGUNJUNG

Konflik dapat terjadi saat hewan liar tidak lagi memiliki rasa takut alami pada manusia.

Monyet Dapat Mencuri

Saat kita berkunjung ke kuil Uluwatu Bali atau Taj Mahal India maka kita akan dengan mudah menemukan peringatan untuk berhati – hati terhadap monyet. Mengapa ? Karena para monyet telah belajar bahwa mereka bisa mendapatkan makanan dari pengunjung dengan mengambil barang -barang seperti kacamata, topi, bahkan ponsel.

Hal ini belum terjadi di Tahura Djuanda, dan perlu kesadaran dan keterlibatan semua agar monyet ekor panjang di tahura tetap berperilaku secara alami.

Penyebaran Penyakit

Perlu dipahami bahwa monyet di kawasan tahura merupakan hewan liar yang tidak mendapatkan vaksinasi. Dalam kondisi ekstrim monyet dapat menyerang pengunjung dan berpotensi menyebarkan penyakit.

Monyet Tidak Tersenyum
Jika gigi mereka terlihat, artinya mereka menyerigai dan berpeluang tinggi akan menyerang, segera tinggalkan area

SAAT BERTEMU DENGAN MONYET DI TAHURA

Ingatlah bahwa mereka hewan liar dan kita ingin mereka tetap liar, alami apa adanya. 

  1. Waspada terhadap pejantan utama
    Ia mudah dikenali dari ukuran badan yang besar dan dapat menjadi agresif dengan mudah.
  2. Jangan makan didepan mereka
    Umumnya monyet akan sangat bersemangat melihat makanan dan mencari kesempatan dan cara untuk mendapatkannya.
  3. Jangan menyerang lebih dahulu
    Dalam keadaan terdesak monyet dapat menjadi agresif dan menyerang balik.
  4. Buat dirimu lebih “besar”
    Dalam kasus monyet benar -benar menyerang, berdiri tegap, lambaikan tangan, keluarkan suara keras. Monyet tahura takut akan tongkat, mengambil tongkat dan mengayunkannya dapat menghalau para monyet.
  5. Cari bantuan medis
    Jika terluka segera cari bantuan medis, ruang medis berada di kawasan kantor Tahura dekat plaza utama.

http://npurealoevera.wordpress.com http://npurecactus.wordpress.com , ttps://pelembabalamihalal.wordpress.com http://grammostolarosea.wordpress.com, https://jualslinganakantarantulapemula.wordpress.com, https://jualtarantulapemula.wordpress.com https://tokotarantula.wordpress.com , https://grosirtarantula.home.blog https://tarantula.siterubix.com, http://tarantulaindonesia.com, http://mthi.web.id, http://kinergi.co.id